NATUNA

Manusia bijak akan mampu membaca tanda-tanda alam untuk membantu kehidupannya. Demikian juga nelayan di pulau Natuna dan sekitarnya..

Koleksi eBooks

Area download eBooks pilihan yang tersedia dalam bahasa Indonesia..

Sejarah Syiah dalam Perang Shiffin

Pemahaman SYIAH sendiri mulai berhembus pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Terjadi fitnah besar-besaran di dalam tubuh umat Islam..

Peta Pembangkit Listrik

Kaum Muslim bersekutu dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api. Kata api pengertiannya mencakup sumber energi, termasuk listrik..

Keadilan Islam

Pada dasarnya, hukum punya tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk menjaga manusia dari berbagai kedzaliman, dan memastikan setiap manusia mendapatkan balasan..

G.O.D (Gold, Oil, and Diamonds)

Di era pengetahuan penting bagi kita mengetahui dasar-dasar yang membentuk perekonomian kita (dan dunia). Sejak berabad-abad lamanya emas telah digunakan oleh berbagai bangsa..

Riset Kanker dan Kontroversinya

Warsito mempelajari fungsi gelombang listrik untuk diagnosis dan terapi. Dia tahu, sebuah sel punya gelombang listrik tertentu. Itu bisa berinteraksi dengan gelombang listrik yang dipaparkan padanya..

Peta Pembangkit Listrik

Kaum Muslim bersekutu dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” 

~ HR Abu Dawud, Ahmad dan al-Baihaqi ~

Kata api pengertiannya mencakup sumber energi, termasuk listrik. Artinya, Islam menetapkan listrik sebagai milik umum, milik seluruh rakyat.

Jadi fokus pemerintahan dalam Islam adalah menjamin penyediaan dan pelayanan tenaga listrik semaksimal dan sesempurna mungkin untuk seluruh rakyat. Bahan bakarnya dipasok dari hasil eksploitasi kekayaan milik rakyat baik BBM, gas, batubara, panas bumi, dsb.

Kekayaan alam itu tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang atau pihak swasta. Kekayaan alam itu harus dikelola oleh negara bukan sebagai pemilik, tetapi hanya mewakili rakyat yang menjadi pemilik kekayaan itu. Seluruh hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat, di antaranya dalam bentuk berbagai pelayanan, termasuk penyediaan tenaga listrik.

Dengan itu pula lapangan kerja akan bisa dibuka seluas-luasnya karena industri bisa berkembang dengan baik sekaligus berdaya saing tinggi. Harga-harga kebutuhan akan murah atau mudah dijangkau. 

REALITAS SAAT INI 

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto mengatakan ada tiga faktor pembentuk tarif listrik. Yakni, kurs rupiah terhadap dolar Amerika, harga minyak Indonesia, dan inflasi. Nah, kalau mau tarif listrik lebih ringan, ketiga faktor itu harus kompak turun.

Banyak pembangkit pakai BBM. Solar turun karena disubsidi, ada juga yang pakai batu bara. Kalau batu bara turun, maka itu juga turun listriknya.

Pengamat Ekonomi Muhammad Ishak mengatakan harga tarif listrik yang terus dinaikkan pemerintah, akibat dukungan pemerintah kepada PLN amat rendah (kebijakan dan anggaran) dalam memenuhi kebutuhan dasar publik. Hal itu dikarenakan pemerintah menganggap ini bersifat bisnis yang tidak boleh rugi, bukan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

Ishak menambahkan kenaikan tersebut akan terus dilakukan hingga harga jual ke konsumen minimal setara dengan biaya produksi PLN. Selama ini selisih antara biaya produksi PLN  dan harga jual ditutupi Pemerintah yang kemudian disebut dengan subsidi. Sementara pemerintah terbebani dengan subsidi tersebut.

Ishak juga menjelaskan bahwa kenaikkan tarif tenaga listrik (TTL) merupakan bagian dari liberalisasi di bidang ekonomi. Pasalnya selama ini PLN kesulitan untuk mendapatkan gas yang biayanya bisa lebih murah tiga kali lipat dari bahan bakar minyak (BBM) sebab alokasi produksi gas sudah dibagi-bagi oleh produsen yang kebanyakan swasta dan sebagian besarnya ke pihak asing seperti Korea, Jepang dan Cina. 

Kenaikan TTL semestinya bisa dihindari seandainya PLN bisa mendapatkan pasokan gas dalam jumlah yang cukup dan terjamin. Namun, hal itu tidak bisa terjadi saat ini. Pasalnya, gas produksi dalam negeri justru lebih banyak diekspor dengan kontrak jangka panjang. Pangkalnya adalah UU yang dibuat DPR yaitu UU No 22 tahun 2001 tentang Migas yang mengamanatkan Domestic Market Obligation (DMO)–kewajiban suplai gas untuk kebutuhan dalam negeri–hanya minimal 25%. 

Akibatnya, gas Tangguh terus mengalir ke luar, di antaranya ke Cina dengan harga yang murah. Gas Natuna Blok B telah diikatkan kontrak untuk mensuplai Singapura selama cadangannya masih ada. Gas-gas dari lapangan lainnya sama saja. Akibatnya, saat kita (terutama PLN) sangat membutuhkan gas seperti sekarang, belum tampak keinginan atau keberanian Pemerintah untuk merundingkan ulang penjualan gas ke luar negeri itu sehingga bisa dialihkan untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri, termasuk PLN.

Apalagi pengusahaan gas itu diserahkan kepada kontraktor yang hampir semuanya asing. Akibatnya, Pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengelola gas itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sungguh ironis! Gas milik kita yang sangat kita butuhkan dijual ke luar negeri, bahkan ada yang dengan harga murah, sementara industri dalam negeri kesulitan termasuk PLN dan kita harus mengimpor BBM dengan harga mahal. Itulah di antaranya akibat UU yang dibuat oleh mereka yang konon menjadi wakil-wakil rakyat kita sendiri. Belum lagi adanya jaringan “mafia” di trading “energi” yang banyak memainkan produk UU demi kepentingan bisnisnya.

PETA PEMBANGKIT LISTRIK

 



Udah, itu aja sih..

Source

* https://www.islampos.com/ada-apa-di-balik-mahalnya-tarif-tenaga-listrik-132515/ 
* https://etalaseilmu.wordpress.com/2015/01/14/jebakan-batman-2015-bayar-listrik-makin-mahal/
* http://industri.bisnis.com/read/20141209/44/380855/pembangkit-35.000-mw-pln-ini-peta-lokasi-dan-jenis
* https://aurasundus.wordpress.com/2011/07/25/negeri-terkaya-energi-panas-bumi/
 


Teknik Atasi Serangan Jantung



Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner) karena timbunan kolesterol berupa plak.

Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, antara lain:

> Merokok.
> Diabetes.
­> Kolesterol tinggi.
> Tekanan darah tinggi.
> Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.
> Berat badan berlebih atau obesitas.

Pertolongan Pertama

Misalnya sekarang pukul. 17:23, setelah anda sibuk bekerja seharian dan sedang dalam perjalanan pulang dengan  mengendarai mobil sendirian. Tiba-tiba anda merasakan sakit yang sangat  di dada & mulai menjalar ke lengan & dagu. Tapi jarak ke RS yang terdekat kira-kira masih 5 Km,lebih celakanya lagi  Anda tidak tahu, apakah Anda mampu bertahan sampai sejauh itu?

Saat sendirian, kena serangan jantung, bagaimana cara pertolongan pertamanya?

Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira-kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran & pingsan.

Jika di sekitarnya tidak ada orang yang memberi pertolongan, penderita harus memanfaatkan 10 detik yang singkat ini untuk dapat menolong dirinya sendiri.

Harus Bagaimana?

Jangan panik, usahakan berbatuk terus dengan sekuat tenaga. Setiap kali sebelum batuk, harus tarik nafas dalam- kemudian batuk dengan sekuat tenaga, dalam-dalam & panjang-panjang, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada.

Setiap selang 2 detik, anda harus tarik nafas sekali & berbatuk sekali. Hingga pertolongan tiba, atau kalau merasa denyut jantung sudah  normal, baru boleh beristirahat.

Tujuan tarik nafas yaitu untuk  memasukkan Oxygen ke dalam paru2. Tujuan batuk yaitu untuk menekan jantung agar aliran darah bersikulasi. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal.

Pertolongan cara ini maksudnya, agar penderita mempunyai kesempatan untuk pergi ke Rumah Sakit.



* http://doktersehat.com/pertolongan-pertama-jika-terjadi-serangan-jantung/


UITEMATE, Teknik Mengapung


Bagi Anda yang tidak bisa berenang, melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air yang dalam pasti selalui dihantui kekhawatiran. Jatuh ke dalam sungai atau laut tanpa memiliki kemampuan berenang akan menjadi mimpi buruk. Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.

Tapi tahukah Anda, data korban tenggelam yang tewas atau hilang di jepang memiliki statistik yang agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013. Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.

Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”.

Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas rangsel-nya. Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.

Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.

Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.

Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.

Saat ini teknik Uitemate gencar di kampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate.

Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com :
Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.

Tenang dan santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam.

Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri Anda.

Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa.

Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung.

Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.


Mulai sekarang Kita bersama Anak-anak kita bisa belajar menguasai teknik Uitemate ini.


Keadilan Islam

Sebenarnya apa itu makna keadilan? Karena bisa jadi masing-masing dari kita punya pertimbangan (neraca) yang berbeda dalam mengukurnya.

Pada dasarnya, hukum punya tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk menjaga manusia dari berbagai kedzaliman, dan memastikan setiap manusia mendapatkan balasan yang setimpal, baik untuk setiap kejahatan maupun kebaikan yang dilakukan. Dalam Islam hal ini berarti mempermudah hisab (perhitungan) di hari akhir.



Namun dalam perjalanannya, manusia mulai menggunakan hukum ini justru sesuai dengan kepentingannya nafsunya sendiri. Seperti yang sering kita jumpai di televisi, banyak pengacara yang menyodorkan pasal-pasal berlapis kepada orang lain hanya untuk melindungi kepentingannya di depan umum. Dan percayalah, kita bisa melihat karakter seseorang dari kata-kata yang dia ucapkan. Apakah yang berbicara logikanya? atau dengan emosinya? atau ada kepentingan pribadi yang lain?

Penulis sendiri memang membawa kepentingan Islam. Karena memang seperti itulah tugas seorang muslim, membela kepentingan sesama muslim lainnya. Seperti halnya seorang nasrani membela kepentingan nasrani yang lain jika mereka teraniaya. Kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan jika berada di posisi kita saat ini. Namun apakah perlu hingga menjatuhkan orang lain dan meninggalkan dendam di masa yang akan datang?

Sungguh ironi, ketika justru media masa lah yang memicu konflik dari kalangan rakyat kecil. Media masa yang seharusnya mendidik masyarakat agar lebih dewasa dalam bersikap justru menyulut permusuhan, dan menyebarkan begitu banyak kebencian-kebencian. Tidak heran jika bangsa Indonesia begitu mudahnya diadu domba.

Ada hal-hal yang harusnya bisa dimaklumi karena situasi yang tak terkendali. Seperti masyarakat yang mengkritisi pemerintah karena kemiskinan, namun tidak lantas membenarkan radikalisme. Terlebih di Indonesia yang bukan berada dalam situasi konflik peperangan.


Mungkin hal yang berbeda dijumpai di negara-negara Timur Tengah, seperti Palestina. Rakyat Palestina harus mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi keluarga mereka dari serbuan tentara Israel yang mencoba untuk merebut tanah tempat mereka tinggal. Namun perlu sama-sama kita tahu bahwa Palestina dan Israel menjunjung nilai-nilai yang berbeda satu sama lain. Tapi bukankah itu hak asasi setiap orang?

Orang-orang barat mungkin menganggap Islam terlalu mengekang & bahkan memperbudak hak-hak kaum perempuan dalam keluarganya. Kebencian mereka semakin bertambah ketika kaum pria sangat keras dalam menjunjung nilai-nilai tersebut. Namun hal ini tidak lain karena Islam menjunjung tinggi nilai-nilai bahwa setiap kepemimpinan dalam keluarga akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.

Hal ini mungkin tidak dipahami oleh tentara Israel, dan mungkin juga kebanyakan orang-orang barat, yang tidak meyakini adanya hari akhir (hereafter). Pada awalnya, tentara Israel menganggap diri mereka sebagai pahlawan penegak hukum, untuk membebaskan tanah Palestina dari perbudakan pemerintahan diktator. Hal yang sama terjadi hampir di seluruh penjuru negara-negara Timur Tengah. Namun ketika diberikan wewenang tak terbatas dengan alasan situasi konflik, tiba-tiba mereka bisa menjadi liar dan melampaui batas.
  
Banyak anak-anak tak berdosa dibunuh, wanita dilecehkan di depan umum, para orang tua diperlakukan semena-mena, dan lain sebagainya.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa perbudakan, apalagi terhadap terhadap perempuan, di negara-negara Arab masih terbilang tinggi. Kita lihat saja begitu banyak tenaga kerja wanita kita yang diperlakukan semena-mena di tanah orang. Dan karena tidak ada dukungan, justru para TKI kitalah yang dihukum mati. Padahal mana ada orang yang berbuat jahat kepada majikannya sendiri kecuali dia didzalimi terlebih dahulu?

Namun yang perlu sama-sama kita ingat perbudakan sama sekali bukan budaya Islam. Perbudakan telah ada jauh sebelum Islam datang. Islam justru datang untuk membebaskan manusia dari berbagai macam perbudakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

"Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan Neraca Keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas dalam neraca itu. Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." (Ar-Rahman.7-9)

 
Dalam hukum Islam sendiri kita mengenal qisas. Qisas berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan istilah Tarik Baleh seperti yang pernah penulis paparkan sebelumnya. Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas bisa berarti memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.

Qisas yang selama ini kita ketahui terkadang masih dianggap sebagai sesuatu yang sangat angker, menakutkan, dan tidak manusiawi. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifatkan qisas dalam firman-Nya, “Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Al-Baqarah.179).

Dan dalam praktiknya, hukum qisas menjadi sangat tegas, namun bisa menjadi sangat fleksibel. Membutuhkan para penegak hukum dan hakim yang adil & bijaksana dalam pengambilan keputusan. Tanpa itu, hukum qisas hanya akan disalahgunakan oleh segelintir orang untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Dari sini seharusnya kita bisa menyimpulkan juga bahwa kaum hawa yang terlalu menjunjung tinggi perasaannya harus mengalah dengan pria dalam masalah ini. Namun, lagi-lagi dunia sudah mulai terbolak-balik. Untuk beberapa kasus tertentu, saat ini kaum hawa bisa jauh lebih dewasa dalam bersikap, dibanding dengan pria sendiri. Artinya sudah terjadi pergeseran nilai dalam kehidupan kita.

Hukum Islam adalah bentuk ketegasan dari konsekuensi tindakan kejahatan. Apakah orang yang membunuh harus dijatuhi hukuman mati? Bisa iya, jika pembunuhan dengan sengaja & terencana, tapi bisa tidak jika dalam rangka melindungi diri, atau nyawa orang lain. Apakah mencuri harus dipotong tangan? Bisa iya jika sebelumnya kita bisa menjamin adanya hakim yang adil, kesejahteraan yang merata, namun bisa tidak juga jika syarat-syarat tersebut belum terpenuhi. 

Bagi yang tidak yakin dengan hari akhir, mungkin hal ini tidaklah terlalu penting : bagi mereka yang terkena hukum Qisas, akan dihapus dosanya dari kejahatan yang dilakukannya..

Sekian. Insya Allah disambung di lain waktu, di lain tulisan. wassalam.


G.O.D (Gold, Oil & Diamonds) #3rd

Ada yang bilang, bahwa kita bisa tahu bagaimana karakter seseorang dari teman-temannya. Jika kebanyakan teman-temannya adalah seorang penjudi atau pemabuk, ya seperti itu pulalah karakter orang tersebut. Jika teman-temannya adalah para ahli ilmu / alim ulama, ya seperti itu pulalah karakternya. 

Namun semuanya lebih dari sekedar yang tampak di permukaan. Barack Obama, tahun 2009 dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, membawa angin segar bagi Amerika. Panggung politik menyuguhkan tontonan yg menarik bagi banyak orang, yaitu presiden kulit hitam pertama, yang bisa bermakna juga anti perbudakan, dan lebih bersahabat  dengan umat Islam di dunia, sehingga mengundang banyak simpatisan dari seluruh dunia. 

Namun, perlu sama-sama kita tahu, 2009 adalah masa-masa mencekam ekonomi dunia. Terjadi krisis ekonomi di Amerika Serikat. Obama muncul di saat yang kurang tepat. Baby boomer AS mulai pensiun. Krisis tak bisa dihindari. Sehingga ‘image’ awal yang dibangun, sebagai presiden kulit hitam yang dianggap anti perbudakan, dan welcome dengan Islam runtuh seketika. Bahkan ketika Obama mengajukan ‘Obama Care’ ditolak mentah-mentah oleh Kongres. 

15% penduduk AS hidup tanpa jaminan hidup yang memadai (asuransi). Yang lebih parah hingga menyebabkan peristiwa ‘shutdown’, berhentinya fasilitas pemerintahan selama beberapa waktu. Obama pun tak mampu berbuat banyak, dan mulai tersandera oleh kawan-kawan politiknya, terlebih yg terkait dengan Departemen Keuangan.  Perang di Timur Tengah tak kunjung selesai, bahkan permusuhan dengan Umat Islam justru lebih parah dari waktu ke waktu.



G.O.D kali ini berkisah tentang Tuhan dari kalangan manusia sendiri. Ketika manusia begitu haus akan kekuasaan, mereka mulai menghalalkan segala cara untuk bisa memperbudak manusia lainnya. Muncul perbudakan gaya baru, yaitu lewat sistem ekonomi neoliberal.

Sistem yang sama yang pernah mencengkram Indonesia di masa lalu. Serikat dagang perusahaan-perusahaan Belanda (VOC) menjadi begitu berkuasa atas kekayaan alam yang ada di Indonesia. Sumatra yang dulu dikenal sebagai ‘Swarnadwipa’ (pulau Emas) tak lagi menyisakan emas untuk menunjang kehidupan generasi kita saat ini. Inflasi naik tak terkendali. Gaji pekerja hanya cukup untuk sekedar bertahan hidup, muncul perbudakan dalam bentuk “Romusha”.

Kebanyakan manusia pada dasarnya baik, namun ketika lingkungan yang ada hanya mendukung kompetisi untuk meraih materi sebanyak-banyaknya, kita menjadi begitu tamak olehnya. Bahkan hanya untuk sekedar menyelamatkan muka kita sendiri saja di hadapan orang lain, kita bisa dengan mudahnya menjatuhkan teman dekat/keluarga kita sendiri.

Menjadi manusia berarti memahami kelebihan/kekurangan orang lain. Dengan pemahaman tersebut kita bisa menentukan bagaimana harus bersikap. Mengambil sikap yang tepat di waktu yang tepat akan mengurangi banyak konflik / permasalahan. Dendam & permusuhan dipicu oleh sedikit demi sedikit kedengkian yang mengendap ada di dalam diri manusia. Dan ketika hati manusia sudah menjadi keras seperti batu, dan lingkungan ikut mendukung, semuanya sudah benar-benar terlambat.

Namun, demi menghindari Perang Dunia ke-4, tulisan tentang G.O.D dicukupkan sampai disini. :D Mungkin bakal dilanjutkan di waktu yang berbeda, pada tulisan yang berbeda.

Lah, cerita tentang 3 keluarga kaya di dunia mana? GAK ADA. Tanya Om Google aja. Udah banyak dibahas soalnya. Hanya kepada Allah lah kita bergantung & meminta pertolongan..



- End -    ..read part1 | part2


The Judge



Akhir-akhir ini saya sibuk dengan pertanyaan moralitas, benar dan salah, baik dan jahat. Terkadang pembatas di antara keduanya adalah garis yang tajam.. dan terkadang juga kabur. Namun lebih sering seperti pornografi. Anda hanya tahu saat anda melihatnya sendiri.

Ada sebuah kasus, seorang laki-laki yang terbunuh. Tapi pertanyaan-pertanyan berikut ini sangat penting.. karena mengaitkan kita satu sama lain.. yaitu untuk kemanusiaan.

Tidak semua orang melihat garis yang tajam, hanya blur. Klien saya didakwa membunuhnya. Ini bukan lagi perdebatan. Ini adalah masalah catatan, fakta dari data-data yang ditemukan di lapangan. Namun perlu sama-sama kita tahu bahwa fakta tidak memiliki penilaian moral. Hanya menyatakan apa yang ada. Bukan apa yang kita pikirkan, bukan apa yang kita rasakan.

Siapa sejatinya klien saya, apakah ia pria baik atau bukan, tidaklah relevan. Pertanyaan ini, baik dan jahat, sama pentingnya. Artinya tidak punya tempat, sebagai bahan pertimbangan di dalam pengadilan hukum. Yang penting hanyalah fakta yang ditemukan.

Klien saya mengaku bertindak membela diri. Satu-satunya saksi lainnya, seorang wanita muda yang ketakutan, menyatakan bahwa klien saya adalah seseorang yang menyenangkan dan ramah. Ia hanya melihat perkelahian setelah itu dimulai. Itu adalah fakta.

Berdasarkan hal-hal tersebut, penuntut telah gagal membuktikan tanpa keraguan bahwa klien saya tidak bertindak semata-mata untuk membela diri. Itulah fakta yang kita dapat saat ini.

Artinya, klien saya, dengan murni berdasarkan kesucian hukum, yang kita bersumpah akan ditegakkan, harus dibebaskan dari tuntutan tersebut. Namun, di luar hal itu.. ia mungkin menghadapi penghakiman atas keputusannnya sendiri. Pertanggungjawaban moral di dalam dirinya sendiri nanti.

Dan di dalam ruangan ini, andalah hakimnya. Namun pertanyaan yang lebih penting lagi adalah orang seperti apakah anda?  

Apakah sama, suara mereka yang berilmu dan yang tidak? Apakah sama suara seorang pelacur dan wanita baik-baik? Apakah sama suara seorang pemabuk dengan seorang dokter yang berfikir sehat? Apakah sama suara seorang koruptor dan pencuri jalanan?

Apakah sama suara seorang polisi dengan tentara? Apakah sama suara seorang hakim yang didesak oleh kebutuhan atau demi tegaknya neraca keadilan

Hal-hal ini penting dijawab sebab berhubungan pula dengan landasan hidup masyarakat kita. Namun patut juga dipertanyakan masyarakat yang seperti apa? Apakah bila mayoritas masyarakat kita adalah pencuri, lantas kita angkat ketua para pencuri sebagai Tuhan? Dan jika hal tersebut benar-benar terjadi, apakah masih berlaku "Suara rakyat adalah suara Tuhan"?  

Keputusan ada di tangan anda..

--------------------------------------------------------------------
* from Matt Murdock, yg melihat dg mata hatinya.
---------------------------------------------------------------------